Strategi Komunikasi Pengemasan Konten Bermuatan Budaya Lokal Lampung di Platform Instagram (Studi pada @lampuung)
DOI:
https://doi.org/10.67142/edutik.v6i4.525Keywords:
budaya lokal, Instagram, Lampung Geh, media baru, strategi pengemasan kontenAbstract
ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh paradoks pada akun Instagram @Lampuung milik Lampung Geh: meski minat generasi muda terhadap budaya lokal Lampung masih rendah, konten budaya yang diproduksi justru meraih 5,25 juta views dari 26 reels sepanjang 2025 dengan 686 ribu followers. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan teknik pengemasan konten bermuatan budaya lokal Lampung pada akun @Lampuung melalui proses pra-produksi, produksi, dan distribusi, serta menganalisis strategi komunikasi yang diterapkan Lampung Geh agar konten tersebut menarik bagi audiens digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-eksploratif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dengan informan kunci, informan utama, dan informan pendukung, dilengkapi observasi non-partisipan dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik pengemasan konten Lampung Geh terbangun melalui tiga proses yang berkesinambungan: brainstorming kolektif dan konsultasi tokoh adat pada pra-produksi; sinematografi dokumenter, identitas visual baku, dan struktur storytelling hook-isi-penutup pada produksi; serta penjadwalan rutin, sapaan khas “Sekelik”, dan tagar berlapis pada distribusi. Dianalisis melalui lima elemen Lasswell, strategi komunikasi Lampung Geh memadukan kredibilitas media berbadan hukum dengan pendekatan kreator digital untuk menjangkau audiens muda usia 18–35 tahun secara inklusif, menghasilkan peningkatan kesadaran budaya yang melampaui platform digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pengemasan konten budaya lokal yang efektif adalah yang mampu menyelaraskan keaslian unsur budaya dengan karakteristik media baru.
ABSTRACT
This research is motivated by a paradox on the Instagram account @Lampuung, managed by Lampung Geh: although youth interest in local Lampung culture remains low, the cultural content produced has generated 5.25 million views from 26 reels throughout 2025, with 686,000 followers. This research aims to describe the content packaging techniques applied on the @Lampuung account through the pre-production, production, and distribution processes, and to analyze the communication strategy applied by Lampung Geh to make the content attractive to digital audiences. This research uses a qualitative descriptive-exploratory approach with a case study design. Data were collected through in-depth semi-structured interviews with key, main, and supporting informants, complemented by non-participant observation and documentation studies, then analyzed using the Miles and Huberman interactive model with triangulation. The results show that Lampung Geh's content packaging technique is built through three interconnected processes: collective brainstorming and consultation with traditional leaders in pre-production; documentary cinematography, a standardized visual identity, and a hook-content-closing storytelling structure in production; and a regular posting schedule, the distinctive “Sekelik” greeting, and layered hashtags in distribution. Analyzed through Lasswell's five communication elements, Lampung Geh's communication strategy combines the credibility of a legally registered media outlet with a digital content creator approach to inclusively reach young audiences aged 18–35, resulting in increased cultural awareness that extends beyond the digital platform. This research concludes that an effective local cultural content packaging strategy is one that aligns the authenticity of cultural elements with the characteristics of new media.
Downloads
References
Agustini, M., & Syarifudin, A. (2024). Penggunaan Media Instagram dalam Mempertahankan Budaya Lokal Kain Jumputan Kota Palembang (@ bebajoemputan). Pubmedia Social Sciences and Humanities, 1(3), 12.
Astari, A. R., Shilfa, I., Aulia, O. A., Hanafiah, T., & Purwanto, E. (2025). Strategi branding budaya dalam media digital oleh pemerintah daerah. Journal of Technology and System Information, 2(3), 12.
Dwihantoro, P., Susanti, D., Sukmasetya, P., & Faizah, R. (2023). Digitalisasi kesenian njanen: Strategi pelestarian kebudayaan melalui platform sosial media. Madaniya, 4(1), 156-164.
Fatony, F. (2025). Strategi Komunikasi Digital dalam Membangun Citra Budaya Lokal: Studi pada Akun Media Sosial Pemerintah Daerah. Indonesian Journal of Multidisciplinary Studies Global, 1(1), 27-33.
Flew, T. (2008). New media: An introduction (3rd ed.). Oxford University Press.
Hervansyah, G. H., Purwanto, E., Pratama, R. P., Saputra, N. B., & Rifai, R. (2025). Digitalisasi tradisi budaya melalui platform media baru. Interact. Commun. Stud. J, 2(2), 8.
Jamiah, R. (2025). Strategi branding dan monetisasi akun instagram lampung geh! Sebagai media informasi lokal. KOMUNIKOLOGI: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi, 22(02).
Jenkins, H. (2006). Welcome to convergence culture. Henry Jenkins, 19, 1-6.
Lasswell, H. D. (1948). The structure and function of communication in society. The communication of ideas, 37(1), 136-139.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2013). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook, 3/E.
Ranieri, M., & van Dijck, J. The Culture of Connectivity. A Critical History of Social Media.
Triaputri, A., & Muljono, P. (2022). Efektivitas akun Instagram@ infosumbar sebagai media penyebaran informasi sejarah dan budaya Minangkabau. Jurnal Sains Komunikasi Dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM], 6(4), 467-479.
Umayah, U., Rosmayanti Fazrin, M., & Nurfalah, F. (2025). STRATEGIC COMMUNICATION FOR CULTURAL IMAGE BUILDING THROUGH INSTAGRAM: A CASE STUDY OF@ SANGGAR_SENISETIYANEGARA AND THE CIREBON MASK DANCE. International Journal of Educational Review, Law, and Social Sciences (IJERLAS), 5(6), 1-4296.
Yaqin, M. A., Arini‘Inayaturrohmah, M. I. M., Fachreza, R., & Istiqomah, F. P. (2025). Scale up your brand: panduan meningkatkan citra dan daya tarik brand melalui visual, AI, dan strategi digital: Panduan Meningkatkan Citra dan Daya Tarik Brand melalui Visual, AI, dan Strategi Digital. Penerbit Lutfi Gilang.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jepri, Noning Verawati, Wawan Hernawan (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.















