HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KELELAHAN KERJA DAN BEBAN KERJA TERHADAP TINGKAT STRES KERJA PADA TENAGA KERJA KONSTRUKSI PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG TERMNIAL BOARDING DIBANDARA BOLAANG MONONDOW KECAMATAN LOLAK KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW
Keywords:
Kelelahan Kerja, Beban Kerja, Stres Kerja, Tenaga Kerja Konstruksi, Proyek PembangunanAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kelelahan kerja dan beban kerja terhadap
tingkat stres kerja pada tenaga kerja konstruksi proyek pembangunan gedung terminal boarding Bandara
Bolaang Mongondow. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan survei terhadap 50
responden. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan wawancara, kemudian dianalisis
menggunakan uji Chi Square dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian
besar pekerja mengalami kelelahan kerja berat (54%) dan beban kerja berat (76%). Uji statistik
menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kelelahan kerja dan stres kerja (p = 0,002) serta antara
beban kerja dan stres kerja (p = 0,001). Analisis regresi juga mengindikasikan bahwa keselamatan dan
kesehatan kerja berpengaruh positif terhadap produktivitas tenaga kerja. Temuan ini menegaskan
pentingnya pengelolaan beban kerja, kondisi fisik, dan mental pekerja untuk menurunkan stres kerja serta
meningkatkan kinerja dan keselamatan di proyek konstruksi.