Pengembangan Video Dokumenter Potensi Wisata dan Budaya di Tomohon Tengah Menggunakan Teknik Mobile Rule of Thirds
DOI:
https://doi.org/10.67142/edutik.v6i2.361Keywords:
video dokumenter, promosi wisata budaya, mobilecinematography, rule of thirds, Tomohon TengahAbstract
Indonesia memiliki kekayaan alam, budaya, dan sejarah yang beragam sehingga sektor pariwisata menjadi salah satu bidang strategis dalam mendukung pembangunan ekonomi dan pelestarian budaya daerah. Kecamatan Tomohon Tengah di Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara, merupakan wilayah yang memiliki potensi wisata dan budaya yang cukup besar, seperti Pasar Ekstrem Tomohon, Menara Alfa Omega, serta pelaksanaan Tomohon International Flower Festival (TIFF). Namun, potensi tersebut belum terekspos secara optimal akibat kurangnya media promosi visual yang menarik dan berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan video dokumenter sebagai media promosi wisata dan budaya di Kecamatan Tomohon Tengah dengan menerapkan teknik sinematografi mobile rule of thirds. Metode yang digunakan berfokus pada pemanfaatan smartphone sebagai media produksi video dengan teknik komposisi visual rule of thirds untuk meningkatkan kualitas estetika dan daya tarik visual. Teknik ini membagi bingkai menjadi sembilan bagian untuk menempatkan objek utama pada titik fokus yang tepat sehingga menghasilkan tampilan yang lebih menarik dan nyaman bagi penonton. Hasil penelitian diharapkan mampu menghasilkan video dokumenter yang informatif, estetis, dan efektif sebagai media promosi digital, sekaligus membuktikan bahwa produksi video berkualitas dapat dilakukan menggunakan perangkat mobile yang terjangkau. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat mendukung promosi wisata dan pelestarian budaya lokal di Kecamatan Tomohon Tengah secara lebih luas pada tingkat lokal, nasional, maupun internasional.
References
Brown, B. (2016). Cinematography: theory and practice: image making for cinematographers and directors. Routledge.
Damayanthi, L. P. E. (2024). Strategi Sukses dalam Pengembangan Perangkat Lunak: Panduan Siklus Hidup dan Model Proses. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.
Hermansyah, K. D. (2022). Studi Perbandingan Wacana Film Dokumenter dengan Film Dokumentasi, Jurnalistik Televisi, dan Video Blogging. IMAJI, 13(1), 57-68.
Mario, M., Adharamadinka, M., & Josef, M. (2026). Pelatihan Mobile Videography Untuk Pembuatan Konten Promosi Di Sosial Media. Charity: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 9(2).
Nichols, B. (2024). Introduction to documentary. Indiana University Press.
Nuryani, L. K. (2025). Manajemen Mutu Pendidikan: Strategi Penjaminan dan Peningkatan Mutu di Lembaga Pendidikan. Indonesia Emas Group.
Pasaribu, R., & Sya’Dian, T. (2024). Penerapan Teknik Komposisi Dinamis Dalam Membangun Nuansa Dramatis Pada Film “Kanvas Terakhir”. APRESIASI, 1(1), 56-73.
Rahayu, A. (2025). Metode penelitian dan pengembangan (R&D): Pengertian, jenis dan tahapan. DIAJAR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 4(3), 459-470.
Rikarno, R. (2015). Film dokumenter sebagai sumber belajar siswa. Ekpresi Seni, 17(1), 90114.
Wijaya, W., Jaelani, J., & Indrayati, R. I. (2025). Estetika Cinema Vertical Pada Film “Siklus” Karya Garin Nugroho. Gestalt: Jurnal Desain Komunikasi Visual, 7(1), 15-28.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ephifania Natalia Sambur, Olivia Eunike Selvie Liando, Keith Francis Ratumbuisang (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.














