Bentuk Dukungan Keluarga dalam Mengatasi Delay Komunikasi pada Anak Down Syndrome di PIK POTADS Lampung
DOI:
https://doi.org/10.67142/edutik.v6i2.365Keywords:
bentuk dukungan, down syndrome, komunikasi keluarga, delay perkembangan, studi kasusAbstract
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk-bentuk dukungan yang diberikan anggota keluarga dalam mengatasi keterlambatan komunikasi (delay) pada anak Down Syndrome serta kondisi yang membuat anak merasa nyaman dan aman dalam berkomunikasi. Pendekatan kualitatif dengan desaun studi kasus digunakan dalam penelitian ini. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dan anlisis dokumentasi terhadap enam keluarga yang memiliki anak Down Syndrome berusia 4 hingga 9 tahun di PIK POTADS Lampung. Hasil penelitian menemukan lima dimensi dukungan keluarga, yaitu dukungan emosional, informasional, instrumental, penilaian dan sosial. Dukungan emosional dan informasional diberikan oleh seluruh informan (100%), menunjukkan bahwa menciptakan lingkungan yang penuh kasih saying sekaligus aktif mencari pengetahuan merupakan fondasi utama yang diterapkan seluruh keluarga. Penelitian juga mengodentifikasi empat kondisi yang membuat anak merasa nyaman berkomunikasi, yaitu suasana rumah yang tenang, interaksi tatap muka dengan ibu, rutinitas harian terstruktur dan penggunaan media visual. Temuan ini memberikan panduan praktisi bagi keluarga dan komunitas dalam mendampingi anak Down Syndrome secara lebih efektif dan suportif.
References
Anggreni, N. M. D. A., & Valentina, T. D. (2015). Penyesuaian psikologis orangtua dengan anak down syndrome. Jurnal Psikologi Udayana, 2(2), 185-197.
Dewi, P. N. (2023). Peran Usaha Kerajinan Batik Tulis Shiha Ali Tulang Bawang-Lampung Dalam Menggali Potensi Ekonomi Penyandang Disabilitas (Doctoral dissertation, IAIN Metro).
Fatma, S. H. (2019). Bowenian family therapy untuk meningkatkan self-differentiation pada keluarga dengan kasus poligami. Jurnal Psikologi Islam, 6(2), 51-62.
Giferani, A. N. B., Tisngati, U., & Trisnawaty, W. (2024). Strategi Guru Dalam Pencegahan Bullying Berbasis Sekolah Ramah Anak Di Sd Negeri 1 Pringkuku. Jurnal Pendidikan Dasar Borneo (Judikdas Borneo), 6(2), 88-99.
House, J. S. (1983). Work stress and social support. Addison-Wesley series on occupational stress.
Maryam, I., Rizkiyani, F., & Sari, D. Y. (2020). Peran Orang Tua Dalam Meningkatkan Perkembangan Bahasa Anak Down Syndrome. Inclusive: Journal of special education, 6(2).
Muzakki, F. KOMUNIKASI KELUARGA PADA ANAK DOWN SYNDROME (Studi pada Keluarga di Desa Kebarongan Kemranjen Banyumas).
Putri, B. M., & Fiem, A. D. L. (2025). BENTUK KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM MEMBANGUN KEPERCAYAAN DENGAN ANAK DOWN SYNDROME DI POTADS SURABAYA. Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial, 9(11), 51-60.
Riyadi, A. Y., Soewondo, W., & Riyanti, E. (2025). Prevalensi anomali gigi pada Down syndrome: scoping review. Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students, 9(1), 15-30.
Sugiyono. (2023). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sukarno, B. (2021). Pentingnya komunikasi keluarga dalam perkembangan anak. Jurnal Ekonomi, Sosial & Humaniora, 3(01), 1-9.
Tamiemie, A. R., & Sa’adah, M. A. (2025). Pola Asuh Orangtua yang Memiliki Anak Down Syndrome di Pusat Informasi dan Kegiatan Persatuan Orangtua Anak dengan Down Syndrome (PIK POTADS) Kalimantan Selatan. Al Washliyah: Jurnal Penelitian Sosial dan Humaniora, 3(1), 31-42.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Cika Adil Tavia, Budhi Waskito, Noning Verawati (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.














