Representasi Kekuatan Hubungan Sosial dalam Bermasyarakat pada Tradisi Pumpungan di Wilayah Tangga Buntung Kota Palembang

Authors

  • Adinda Ratu Karuwana Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang Author
  • Komaruddin Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang Author
  • Muslimin Ritonga Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang Author

DOI:

https://doi.org/10.67142/edutik.v6i2.366

Keywords:

Tradisi Pumpungan, solidaritas sosial, musyawarah, komunikasi simbolik

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk pelaksanaan tradisi Pumpungan di wilayah Tangga Buntung kota Palembang serta menganalisis peran tradisi Pumpungan dalam menjaga keharmonisan dan solidaritas sosial masyarakat Tangga Buntung. Penelitian tersebut menggunakan metode kualitatif dan melakukan wawancara guna menggali informasi yang mendalam mengenai objek yang diteliti. Berdasarkan hasil penelitian, tradisi Pumpungan merupakan tradisi yang dibawa oleh masyarakat suku Ogan Komering Ulu yang bermigrasi dan menetap di wilayah Tangga Buntung Kota Palembang. Tradisi ini dilaksanakan untuk anak laki-laki pertama dari suatu keluarga yang akan memasuki jenjang pernikahan, tujuannya untuk mengumpulkan sumbangan dari masyarakat sebagai bentuk dukungan demi terlaksananya acara pernikahan. Tradisi Pumpungan masih dilaksanakan oleh masyarakat Tangga Buntung sampai saat ini. Adapun proses pelaksanaan tradisi Pumpungan di wilayah Tangga Buntung Kota Palembang berlangsung melalui tahapan yang terstruktur, dimulai dari perencanaan melalui musyawarah, pembentukan panitia, persiapan administrasi, penentuan waktu, hingga tahap pelaksanaan inti. Tradisi Pumpungan dapat dipahami sebagai bentuk komunikasi simbolik yang hidup dalam masyarakat, unsur-unsur seperti undangan, kehadiran, pemberian bantuan, hingga interaksi sosial memiliki makna yang disepakati bersama dan berperan sebagai media pembentukan kohesi sosial sekaligus sarana pewarisan nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong. Setiap tahapan tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga sarat dengan makna sosial dan simbolik yang mencerminkan nilai gotong royong, kebersamaan, serta tanggung jawab kolektif dalam masyarakat.

References

Adil, A., Liana, Y., Mayasari, R., Lamonge, A. S., Ristiyana, R., Saputri, F. R., ... & Wijoyo, E. B. (2023). Metode penelitian kuantitatif dan kualitatif: Teori dan praktik. Jakarta: Get Press indonesia, 17.

Aisy, M. R., Fadia, M. F., Salsabila, M., & Putra, P. (2025). Perubahan nilai dan norma pada masyarakat: Studi sosial di era globalisasi. Jurnal Cakrawala Akademika, 1(6), 2219-2202.

Almuarif, A., Hanani, S., & Devi, I. (2024). Solidaritas dan integrasi sosial dalam konteks manajemen pendidikan: Analisis berdasarkan teori Émile Durkheim. Habitus: Jurnal Pendidikan, Sosiologi, & Antropologi, 8(1), 13-29.

Blumer, H. (1966). Sociological implications of the thought of George Herbert Mead. American journal of sociology, 71(5), 535-544.

Fathoni, T. (2024). Konsep solidaritas sosial dalam masyarakat modern perspektif Émile Durkheim: The concept of social solidarity in modern society: Émile Durkheim's perspective. Journal of Community Development and Disaster Management, 6(2), 129-147.

Hanifah, H. (2023). Hubungan Timbal Balik Filantropi Dan Antropologi. Aceh Anthropological Journal, 7(2), 195-213.

Haris, A., & Amalia, A. (2018). Makna dan simbol dalam proses interaksi sosial (Sebuah tinjauan komunikasi). Jurnal Dakwah Risalah, 29(1), 16-19.

Hendro, E. P. (2020). Simbol: Arti, fungsi, dan implikasi metodologisnya. Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi, 3(2), 158-165.

Lubis, S. A. H. (2025). Dinamika Harmonisasi Sosial Antara Warga Transmigran Jawa dan Masyarakat Lokal di Nagari Banai. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Dakwah dan Ilmu Komunikasi, 2(2).

Maradjabessy, M. F., Lasut, J. J., & Lumintang, J. (2019). Interaksi Sosial Forum Mahasiswa Kota Tidore Kepulauan di Kota Manado. Jurnal Holistik, 12(1).

Maria, E., Sudarso, A., & Perangin-Angin, J. T. K. (2023). Membangun Sense of belonging (rasa memiliki) individu dan menerapkannya sebagai wujud motivasi diri dalam bekerja dan kecintaan terhadap organisasi pada YPK Don Bosco Kam. Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat METHABDI, 3(1), 104-112.

Mead, G. H. (1934). Mind, self, and society from the standpoint of a social behaviorist.

Natalia, K. A., & Winayanti, R. D. (2025). Strategi Komunikasi Simbolik dalam Interaksi Pelayanan yang Dilakukan Penyandang Disabilitas di Difel Cafe Gantari Jaya. MUKASI: Jurnal Ilmu Komunikasi, 4(4), 1768-1778.

Rico, R., Susanto, D., & Fatimah, S. (2024). Komunikasi Sebagai Alat Kontrol Sosial: Analisis Kritis Berdasarkan Pemikiran Friedrich Pollock. Jurnal Terapung: Ilmu-Ilmu Sosial, 6(1), 137-148.

Rijali, A. (2018). Analisis data kualitatif. Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah, 17(33), 81-95.

Xiao, A. (2018). Konsep interaksi sosial dalam komunikasi, teknologi, masyarakat. Jurnal Komunika: Jurnal Komunikasi, Media Dan Informatika, 7(2), 94-99.

Zaini, A. S. (2018). Pola Komunikasi Komunitas Dalam Mempertahankan Solidaritas Anggota (Studi Deskriptif Kualitatif Pada Komunitas Nusa Tenggara Timur Tiger Club). Jurnal Communio: Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi, 7(1), 1164-1164.

Downloads

Published

2026-05-31