Makna Banten Pejati sebagai Sarana Ritual Ibadah Umat Hindu (Studi pada Masyarakat Hindu di Kelurahan Labuhan Dalam)

Authors

  • Niluh Shinta Arda Naresuari Universitas Bandar Lampung Author
  • M. Denu Poyo Universitas Bandar Lampung Author
  • Budhi Waskito Universitas Bandar Lampung Author

DOI:

https://doi.org/10.67142/edutik.v6i4.530

Keywords:

Banten Pejati, Interaksionisme Simbolik, Hindu Perkotaan, Komunikasi Ritual, Desa Labuhan Dalam

Abstract

ABSTRAK

 Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan modernisasi dan kehidupan perkotaan di Desa Labuhan Dalam, Bandar Lampung, yang memengaruhi pemaknaan Banten Pejati di kalangan umat Hindu Bali. Studi ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam makna simbolis, fungsi, dan dinamika pewarisan Banten Pejati sebagai sarana peribadatan ritual. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologis serta menggunakan alat analisis teori interaksionisme simbolik Herbert Mead. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Banten Pejati merupakan sarana komunikasi spiritual yang sarat dengan simbol-simbol kosmologis Hindu. Meskipun terjadi pergeseran praktis dari pembuatan mandiri ke pembelian banten siap pakai akibat tuntutan ritme kehidupan kota, komodifikasi ini tidak mengurangi kesakralannya. Umat Hindu perkotaan melakukan negosiasi terhadap kesucian banten tersebut melalui ritual penyucian diri menggunakan air suci. Sebagai simpulan, esensi spiritual Banten Pejati sebagai simbol ketulusan (jati) tetap lestari dan adaptif di tengah arus modernitas perkotaan.

 ABSTRACT

 This research is motivated by the challenges of modernization and urban life in Labuhan Dalam Village, Bandar Lampung, which influence the interpretation of Banten Pejati among Balinese Hindus. This study aims to analyze in-depth the symbolic meaning, function, and dynamics of the inheritance of Banten Pejati as a means of ritual worship. The method used is qualitative, with a phenomenological approach and the analytical tools of Herbert Mead's symbolic interactionism theory. The research findings indicate that Banten Pejati is a medium of spiritual communication imbued with Hindu cosmological symbols. Despite a practical shift from self-production to the purchase of ready-made banten due to the demands of urban rhythms, this commodification does not degrade its sacredness. Urban Hindus negotiate the sanctity of the banten through self-purification rituals using holy water. In conclusion, the spiritual essence of Banten Pejati as a symbol of sincerity (jati) remains sustainable and adaptive amidst the currents of urban modernity.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anissa, S. (2013). Fenomenologi Alfred Schutz: Studi tentang konstruksi makna dan realitas dalam ilmu sosial. Jurnal ilmu komunikasi.

Arianto, B., & Handayani, B. (2024). Pengantar studi fenomenologi. Balikpapan: Borneo Novelty Publishing.

Budiadnya, P., & Prayogi, I. K. (2022). Persembahyangan Pagerwesi di Pura Wijaya Kusuma Desa Banaran Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo (Perspektif Tri Kerangka Dasar Agama Hindu). Widya Aksara: Jurnal Agama Hindu, 27(1), 1-16.

Damiyani, N. P. (2021). Yadnya Adalah Ketulusan, Bukan Kontestasi yang Dibalut Gengsi dalam Kehidupan Beragama. Metta: Jurnal Ilmu Multidisiplin, 1(4), 187-194.

Dasih, I. G. A. R. P., & Nirmalayani, I. A. (2021). Komunikasi Budaya dalam Tradisi Tatebahan di Desa Bugbug Kecamatan Karangasem Kabupaten Karangasem. Nilacakra.

Maulana, H. S. R., Mukhriji, H., Hilal, H. A., Pd, M. M., Ma’arif, H. I. S., & Solehudin, S. A. Harmoni Tanah Jawara: Jejak Iman, Literasi, dan Ekoteologi dari Banten untuk Indonesia. PT. SAMUDRA SOLUSI PROFESIONAL.

Maulana, Z. A., & Budiyono, A. (2024). Kajian komunikasi dalam sudut pandang studi fenomenologi: Literatur review. Translitera: Jurnal Kajian Komunikasi Dan Studi Media, 13(2), 98-110.

Miller, D. L. (1973). George Herbert Mead: Symbolic interaction and social change. The Psychological Record, 23(3), 294-304.

Sugiyono, D. (2013). Metode penelitian kuantitatif. Kualitatif, dan Tindakan, 189-190.

Yoga, I. D. G., & Sutama, I. W. (2025). Kampung Muslim Saren Jawa Di Bali Timur: Dinamika Komunikasi Sosial Dalam Membentuk Harmoni Sosial. Samvada: Jurnal Riset Komunikasi, Media, dan Public Relations, 4(1), 82-94.

Downloads

Published

2026-08-09