Makna Budaya Motif Sulam Jelujur Lampung (Studi Kasus pada Sekura Art Lampung)

Authors

  • Vanesa Amanda Universitas Bandar Lampung Author
  • Wawan Hernawan Universitas Bandar Lampung Author
  • Budhi Waskito Universitas Bandar Lampung Author

DOI:

https://doi.org/10.67142/edutik.v6i4.531

Keywords:

Interaksi Simbolik, Makna Budaya, Motif Tradisional, Sekura Art Lampung, Sulam Jelujur Lampung

Abstract

ABSTRAK

 Penelitian ini bertujuan menganalisis makna budaya yang terkandung dalam motif Sulam Jelujur Lampung melalui studi kasus pada Sekura Art Lampung. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pelestarian nilai – nilai budaya yang tercermin dalam motif kain tradisional di tengah perkembangan industri kreatif yang mendorong lahirnya berbagai inovasi produk. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pemilik Sekura Art serta para pengrajin yang dipilih menggunakan teknik purposive dan snowball sampling. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menggunakan Teori Interaksi Simbolik Herbert Mead yang meliputi konsep mind, self, dan society. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif Sulam Jelujur Lampung mengandung makna budaya yang berkaitan dengan sejarah transmigrasi masyarakat Jawa di Kabupaten Pesawaran, proses adaptasi budaya, solidaritas sosial, ketekunan, serta identitas daerah. Setiap motif tidak hanya berfungsi sebagai unsur dekoratif, tetapi juga sebagai simbol yang merepresentasikan pengalaman sejarah dan nilai – nilai budaya masyarakat. Makna tersebut terus dipertahankan melalui interaksi sosial antara pemilik Sekura Art dan para pengrajin sehingga tetap terjaga meskipun Sulam Jelujur berkembang menjadi berbagai produk industri kreatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa makna budaya motif Sulam Jelujur dibentuk dan dilestarikan melalui proses interaksi simbolik yang melibatkan aspek kognitif, kesadaran individu, dan hubungan sosial dalam masyarakat.

ABSTRACT

 This study aims to analyze the cultural meanings embedded in the motifs of Sulam Jelujur Lampung through a case study at Sekura Art Lampung. The study is motivated by the importance of preserving the cultural values reflected in traditional textile motifs amidst the rapid development of the creative industry, which has encouraged various product innovations. A qualitative approach with a case study method was employed. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation involving the owner of Sekura Art and artisans selected using purposive and snowball sampling techniques. Data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing using Herbert Mead’s Symbolic Interaction Theory, focusing on the concepts of mind, self, and society. The findings reveal that the motifs of Sulam Jelujur Lampung embody cultural meanings related to the history of Javanese transmigration in Pesawaran Regency, cultural adaption, social solidarity, perseverance, and regional identity. Each motif functions not only as a decorative element but also as a cultural symbol representing the historical experiences and values of the community. These meanings continue to be preserved through social interactions between the owner of Sekura Art and the artisans, despite the development of Sulam Jelujur into various creative industry products. The study concludes that the cultural meanings of Sulam Jelujur motifs are constructed and maintained through symbolic interaction involving cognitive interpretation, individual awareness, and continuous social interaction within the community.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ade Tuti Turistiati, M. I. R. H. R. M., & Andhita, P. R. (2021). Komunikasi antarbudaya: panduan komunikasi efektif antar manusia berbeda budaya (Vol. 1). Zahira Media Publisher.

Citraningsih, D., & Noviandari, H. (2022). Interaksionisme simbolik: Peran kepemimpinan dalam pengambilan keputusan. Social Science Studies, 2(1), 072-086.

Efendi, E., Fadila, F., Tariq, K., Pratama, T., & Azmi, W. (2024). Interaksionisme Simbolik dan Prakmatis. Da’watuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting, 4(3), 1088-1095.

Fahreza, M. M. Y., Robbani, A., & Fahri, A. (2024). Menyatukan tradisi dan teknologi: Pelestarian budaya Lampung dalam kerangka pendidikan berkelanjutan di era SDGs. Innovative: Journal Of Social Science Research, 4(5), 1990-1998.

Fiantika, F. R., Wasil, M., Jumiyati, S. R. I., Honesti, L., Wahyuni, S. R. I., Mouw, E., ... & Ambarwati, K. (2022). Metodologi penelitian kualitatif. Padang: PT. Global Eksekutif Teknologi, 56.

Hall, S. (1994). Alte und neue Identitäten, alte und neue Ethnizitäten. Rassismus und kulturelle Identität. Ausgewählte Schriften, 2, 66-88.

Hartanto, D. (2022). Representasi penguatan identitas budaya pada mahasiswa melalui pendidikan sosial budaya di STKIP Al Maksum Langkat. Jurnal Berbasis Sosial, 3(1), 69-79.

Jayadi, S. (2022). Konsep Dasar Sosiologi Budaya: Definisi dan Teori. Yogyakarta: pustaka egaliter.

Lestari, A. T., & Ni’matu Rohmah, A. (2023). Penggunaan Instagram sebagai bentuk Eksistensi diri pada konten kreator Irfan Ghafur. Ejournal S1 ilmu komunikasi, 1, 167-176.

Natasari, N., Milyane, T. M., Yusanto, Y., Subandi, Y., Meisyaroh, S., Putri, M. S., ... & Puspitasari, M. (2025). Buku Komunikasi Internasional (Teori Dan Perspektif Antarbudaya). Penerbit Widina.

Novia, Y. (2025). Bahasa, simbol, dan makna: Analisis antropologi budaya dalam komunikasi masyarakat. Jurnal Ilmu Bahasa, Sastra, dan Budaya, 1(1), 14-20.

Sugiyono, P. D. (2018). Metode Penelitian Kualitatif Alfabeta. Susanti (2018). Implementasi Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Di Rumah Sakit Islam. Faisal Kota Makassar Tahun.

Sumaryanto, E., & Ibrahim, M. (2023). Komunikasi antar budaya dalam bingkai teori-teori adaptasi. Nusantara Hasana Journal, 3(2), 42-51.

Syahputra, M. R. S. (2025). Pemaknaan Bahasa dalam Konteks Komunikasi Antarbudaya: Sebuah Pendekatan Teoretis. Jurnal Ilmiah Nusantara, 2(4), 130-134.

Utami, S. N., Hermawan, S. S., Firgiyanti, T., Risyanindya, A., Sholihah, S. A., Selvia, M., ... & Imaddudin, A. (2025). REPRESENTASI BUDAYA DALAM UPAYA PELESTARIAN TRADISI ADAT DI KAMPUNG ADAT CIKONDANG. CARITA: Jurnal Sejarah dan Budaya, 4(1), 99-122.

Valentiyo, A., Ramadha, U. F., & Alhanif, M. F. (2025). Komunikasi sebagai Proses Simbol. Inspirasi Edukatif: Jurnal Pembelajaran Aktif, 6 (1), 84–92.

Downloads

Published

2026-08-09