Makna Komunikasi Nonverbal pada Tari Sekar Wawai

Authors

  • Dwi Ayu Saraswati Universitas Bandar Lampung Author
  • Hanindyalaila Pienrasmi Universitas Bandar Lampung Author
  • M. Denu Poyo Universitas Bandar Lampung Author

DOI:

https://doi.org/10.67142/edutik.v6i4.536

Keywords:

Akulturasi Budaya, Interaksi Simbolik, Komunikasi Nonverbal, Ragam Gerak, Tari Sekar Wawai

Abstract

ABSTRAK

Tari Sekar Wawai merupakan seni tari yang menggambarkan akulturasi budaya Bali dan Lampung sekaligus bertindak sebagai media komunikasi nonverbal melalui ragam gerak, busana, ekspresi, dan musik. Namun, makna yang terkandung dalam gerak tarian tersebut belum sepenuhnya dipahami oleh masyarakat sehingga memunculkan perbedaan pemaknaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna komunikasi nonverbal yang terdapat dalam ragam gerak Tari Sekar Wawai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang dilandasi oleh Teori Interaksi Simbolik dan konsep komunikasi nonverbal. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara bersama informan yang dipilih secara purposive serta dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna komunikasi nonverbal pada ragam gerak Tari Sekar Wawai merupakan wujud nyata dari akulturasi, kerukunan, keharmonisan, dan toleransi antarbudaya Bali dan Lampung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tarian ini mampu menjadi jembatan perdamaian yang membuktikan bahwa keberagaman etnis di Lampung dapat bersatu dan hidup berdampingan secara rukun melalui inovasi seni.

ABSTRACT

The Sekar Wawai dance reflects the cultural acculturation of Bali and Lampung while serving as a medium of nonverbal communication. However, the meanings conveyed through its dance movements are not yet fully understood by the community. This study aims to uncover the nonverbal communication meanings embedded in the movement variety of the Sekar Wawai dance. A qualitative approach with a descriptive method was employed, using purposive sampling to select informants including the choreographer, music arranger, dancers, cultural figures, and audience members. Data were collected through interviews and documentation, then analyzed using qualitative descriptive techniques. The results show that the nonverbal communication in the dance movements is a tangible manifestation of acculturation, harmony, and tolerance between Balinese and Lampung cultures. This study concludes that art possesses the innovative power to maintain harmony by turning cultural differences into a shared wealth to be preserved together.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arzeti, A., Aquarini, A., & Rahman, S. (2024). Komunikasi Nonverbal Pada Tari Mandau Suku Dayak Kalimantan Tengah: Nonverbal Communication In The Mandau Dance Of The Dayak Tribes Of Central Kalimantan. Restorica: Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara dan Ilmu Komunikasi, 10(1), 13-25.

Auliya, N. H., Andriani, H., Fardani, R. A., Ustiawaty, J., Utami, E. F., Sukmana, D. J., & Istiqomah, R. R. (2020). Metode penelitian kualitatif & kuantitatif. CV. Pustaka Ilmu.

Derung, T. N. (2017). Interaksionisme simbolik dalam kehidupan bermasyarakat. SAPA-Jurnal Kateketik Dan Pastoral, 2(1), 118-131.

Dwidarti, F. (2025). PENERAPAN EKSTRAKURIKULER TARI DALAM MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN WIRAGA, WIRAMA, DAN WIRASA SISWA SDN 2 PLAWANGAN. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(02), 935-948.

Efendi, E., Fadila, F., Tariq, K., Pratama, T., & Azmi, W. (2024). Interaksionisme Simbolik dan Prakmatis. Da’watuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting, 4(3), 1088-1095.

Gantiano, H. E. (2019). Analisis dampak strategi komunikasi non verbal. Dharma Duta, 17(2), 80-95.

Haris, A., & Amalia, A. (2018). Makna dan simbol dalam proses interaksi sosial (Sebuah tinjauan komunikasi). Jurnal Dakwah Risalah, 29(1), 16-19.

Hariyanto, D. (2021). Buku ajar pengantar ilmu komunikasi. Umsida Press, 1-119.

Harizah, P. N., & Cahyono, H. B. (2025). KOMUNIKASI NONVERBAL TARI LANDHUNG DALAM MENYAMPAIKAN PESAN BUDAYA DI SITUBONDO. MEDIAKOM, 8(02), 211-266.

Laksmi, L. (2017). Teori interaksionisme simbolik dalam kajian ilmu perpustakaan dan informasi. Pustabiblia: Journal of Library and Information Science, 1(2), 121-138.

Ningrum, H. S. (2021). Interaksi Simbolik Tari Balabala Karya Eko Supriyanto. Jurnal Seni Nasional Cikini, 7(1), 17-22.

Rachman, T. (2021). Implementasi Kinesik, Proksemik, Paralinguistik Dan Self Disclosure Dalam Komunikasi Antarpribadi. Jurnal Semiotika, 15(2), 184-192.

Sugiyono, P., DR. Sugiyono. (2022). METODE PENELITIAN KUALITATIF (Untuk penelitian yang bersifat: Eksploratif, enterpretif, interaktif dan konstruktif). ALFABETA.

Syahbuddin, H. (2021). Estetika Tari Pattu’du Tommuane di Kecamatan Banggae Kabupaten Majene (Doctoral dissertation, Fakultas Seni dan Desain).

Toni, H., & Kamil, P. (2022). Akulturasi budaya dan dampak kehidupan sosial di Kelurahan Pensiunan Kabupaten Kepahiang (Doctoral dissertation, IAIN CURUP).

Downloads

Published

2026-08-12