Makna Budaya Tradisi Kuda Lumping (Studi Komunikasi Antarbudaya di Kabupaten Lampung Timur)
DOI:
https://doi.org/10.67142/edutik.v6i4.550Keywords:
pelestarian, tradisi, Budaya Kuda Lumping, Komunikasi BudayaAbstract
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam bahwa indonesia memiliki kekayaan keragaman budaya yang tercermin dalam berbagai bentuk seni tradisional, salah satunya adalah tradisi Kuda Lumping. Di tengah modernisasi dan globalisasi, seni tradisional menghadapi tantangan dalam mempertahankan eksistensi dan nilai-nilai budayanya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memahami makna budaya yang terkandung dalam tradisi Kuda Lumping di Kabupaten Lampung Timur dan untuk meneliti perannya sebagai media komunikasi antarbudaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan paradigma interpretatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan ketua masyarakat, penari, musisi, dukun, dan informan pendukung dari Komunitas Singgo Ludoyo di Desa Karang Anyar, Kabupaten Lampung Timur. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Kuda Lumping mengandung berbagai makna budaya, termasuk makna kebersamaan dan solidaritas, pelestarian budaya, spiritualitas dan ritual, makna simbolis dalam pertunjukan, dan identitas budaya masyarakat Jawa. Studi ini juga menemukan pergeseran makna budaya di era modern, di mana Kuda Lumping tidak lagi dipandang hanya sebagai pertunjukan mistis tetapi juga sebagai bentuk hiburan dan pelestarian budaya yang dipromosikan melalui media digital. Studi ini berkontribusi pada studi komunikasi dengan menunjukkan bahwa seni tradisional berfungsi sebagai media komunikasi antarbudaya dan sarana pelestarian identitas budaya dalam masyarakat multikultural.
ABSTRACT
This study aims to examine in depth the Indonesia has a rich cultural diversity reflected in various forms of traditional arts, one of which is the Kuda Lumping tradition. In the midst of modernization and globalization, traditional arts face challenges in maintaining their existence and cultural values. Therefore, this study aims to identify and understand the cultural meanings contained in the Kuda Lumping tradition in East Lampung Regency and to examine its role as a medium of intercultural communication. This study employed a qualitative research method with an interpretive paradigm. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation involving the chairman of the community, dancers, musicians, shamans, and supporting informants from the Singgo Ludoyo Community in Karang Anyar Village, East Lampung Regency. The data were analyzed using the interactive model of Miles and Huberman. The findings revealed that the Kuda Lumping tradition contains various cultural meanings, including the meanings of togetherness and solidarity, cultural preservation, spirituality and ritual, symbolic meanings in performances, and the cultural identity of the Javanese community. The study also found a shift in cultural meaning in the modern era, where Kuda Lumping is no longer viewed merely as a mystical performance but also as a form of entertainment and cultural preservation promoted through digital media. This study contributes to communication studies by demonstrating that traditional arts function as a medium of intercultural communication and a means of preserving cultural identity in a multicultural society.
Downloads
References
Derung, T. N. (2017). Interaksionisme simbolik dalam kehidupan bermasyarakat. SAPA-Jurnal Kateketik Dan Pastoral, 2(1), 118-131.
Mudrik, N., & Fawwaz, Z. E. I. (2024). Komunikasi lintas budaya: Konsep, tantangan, dan strategi pengembangannya. Jurnal Selasar KPI: Referensi Media Komunikasi Dan Dakwah, 4(2), 168-181.
NANDARI, R. W. MAKNA SIMBOLIK ISI SESAJEN DALAM KESENIAN KUDA LUMPING “KUDA BHIRAWA” DI DESA TEKOREJO KECAMATAN BUAY MADANG TIMUR KABUPATEN OKU TIMUR.
Roosinda, F. W., Lestari, N. S., Utama, A. G. S., Anisah, H. U., Siahaan, A. L. S., Islamiati, S. H. D., ... & Fasa, M. I. (2021). Metode penelitian kualitatif. Zahir Publishing.
Sakanthi, A. L., & Lestari, W. (2019). Nilai mistis pada bentuk pertunjukan kesenian kuda lumping Satrio Wibowo di desa Sanggrahan Kabupaten Temanggung. Jurnal Seni Tari, 8(2), 141-149.
Setyowati, E., & Arianti, R. MAKNA DAN SIMBOL DALAM TARI KUDA LUMPING PADA SANGGAR MITRO MAKARYO DI DESA MARGA MULYA. Consilium: Education and Counseling Journal, 6, 396-413.
Sudarto, S., Nurholis, E., Brata, Y. R., & Ramdani, D. (2025). Tari Jalungmas Cilacap: Representasi Masyarakat Pesisir, Makna, Simbol, dan Refleksi Karakter dalam Perspektif Ekologi. Jurnal Artefak, 12(2), 285-404.
Sukarno, M. B. (2024). Ndadi (Simbol Mistik Agama Jawa dalam Pegelaran Kesenian Kuda Lumping di Kota Salatiga). Deepublish.
Umran, L. M., & Handayani, R. (2024). Analisis makna simbolik tari Kuda lumping jaranan buto sebagai identitas etnis Jawa di Kecamatan Konda. Newcomb: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Media, 1(2), 178-195.
Wahyudi, D. R., Wahyuni, S., & Syafitri, R. (2023). Simbol Kesenian Kuda Lumping Bagi Masyarakat di Kelurahan Gunung Lengkuas (Doctoral dissertation, Universitas Maritim Raja Ali Haji).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Agisti Pratiwi, Wawan Hernawan, Noning Verawati (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.















